OBJEK WISATA TUBAN DAN POTENSI WISATA YANG PERLU ANDA TAHU

Menjelajahi semua kota dijawa timur memang sangat mengasyikan. Salah satunya kota TUBAN,  kota yang terletak dijalur pantura ini menyimpan potensi wisata yang sangat banyak. Untuk lebih jelasnya kami refrensikan  wisata kota Tuban yang perlu dikunjungi :

WISATA TUBAN YANG PERLU ANDA TAHU

Tuban merupakan daerah yang terletak strategis karena berada diperbatasan Jawa Tengah

dan Jawa Timur. Wisata pantai di Tuban begitu terkenal karena kawasan ini berada di

Pantai Utara Jawa Timur. Selain itu, karena daerahnya yang strategis, pada zaman dahulu

disini dijadikan sebagai pusat perdagangan oleh Kerajaan Majapahit dan pusat

penyebaran agama islam oleh Walisongo

 

Pantai Cemara Kute (kulon terminal)

pantai cemara Tuban menawarkan pesona pantai yang ditepinya berjajar pohon cemara yang rindang buat anda berteduh menikmati suasana pantai. Salah satu pantai di Tuban ini memiliki potensi yang unik yaitu pantai yang  luas tak hanya buat anda berjalan-jalan ditepinya tapi juga sangat banyak berjejer penjual ikan bakar yang diolah langsung di pantai tersebut saat Weekend ataupun tanggal merah liburan. kita juga dapat menikmati keindahan alam dengan nuansa pantai yang sejuk dibawah pohon cemara dengan menikmati air kelapa muda, secangkir kopi teh atau bisa memesan aneka makanan ringan.

Untuk menikmati wisata pantai tersebut anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp.0 alias GRATIS.

Untuk biaya parkir ditempat itu juga cukup murah yaitu Rp.2000 saja.

sayang kurang kepedulian pengunjung akan kebersihan disini sangat minim akan terlihat jika anda datang pada jam 2 siang, maka sisa-sia bungkus jajanan dan sampah plastik lainnya sisa dari pengunjung berserakan di pasir pantai

 

Pantai Boom


Pantai yang terletak di utara alun-alun kota Tuban, Ketika pengunjung memasuki gerbang utama masuk wisata untuk membeli karcis, pengunjung disuguhkan karya arsitektur yang unik nan indah bentuknya relief tentara tar tar disebelah kiri gerbang dan relief ronggolawe disebelah kanan gerbang. Arsitektur relief tersebut menceritakan zaman dahulu ketika tentara tar-tar yang pernah mendarat di pantai tuban serta relief ronggolawe sendiri menceritakan sejarah tuban.

Biaya masuk untuk masuk wisata pantai Bom Tuban terbilang cukup relatife murah karena dengan mengeluarkan uang 1.500/orang + uang parkir 2000 saja anda sudah bisa mendapatkan tiket untuk bisa masuk menikmati wisata pantai Boom Tuban. Wahana wisata ini terus menerus diperbaiki sehingga bisa jadi dengan tambahan failitas-fasilitas wisata buat penggunjung, suasana yang indah dan tenang didalam sambil menikmati indahnya pantai BOOM atau juga berselfie-selfie ria di dekat pantai. Kawasan wisata Pantai bom memiliki potensi dimana tempat sekitarnya terdapat pedagang kuliner khas pesisisr pantura yang tidak tidur alias buka 24 jam.

Kurang rapinya penataan bekas lapak pedagang kaki lima di taman pantai boom menjadi faktor ketidak nyamanan pengunjung, banyak terpal berserakan di tengah taman serta sampah dibibir pantai menjadi faktor menurunnya pengunjung jika ini terus berlangsung

PANTAI KELAPA

Wisata Pantai Kelapa yang berada di Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Warga sekitar menyebut dengan nama Pantai Kelapa karena satu-satunya
pantai yang banyak ditumb
uhi pohon
kelapa. Hingga kini ramai dikunjungi pada hari biasa maupun hari liburan karena memiliki pesona keindahan yang menarik dan berbeda dengan pantai pada umumnya. Wisata Pantai Kelapa di Tuban merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Wisata Pantai Kelapa di Tuban juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Tuban juga terkenal akan Wisata Pantai Kelapa di Tuban yang sangat menarik untuk di kunjungi.
Warga sekitar menyebut dengan nama Panta i Kelapa karena di lokasi atau pantai inilah satu-satunya pantai yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Hingga kini, pantai ini pun terkenal dengan nama Pantai Kelapa. Pantai Kelapa biasanya digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti olahraga serta kegiatan seperti perkemahan bagi Pramuka. Sayang, keindahan Pantai Kelapa tidak dibarengi dengan penataan kebersihan sepanjang pinggir pantai, hingga sedikit mengganggu pemandangan.
Sering kali Pantai Kelapa ini selalu dijadikan tempat untuk melakukan aktifitas olahraga, terutama sepak bola pantai. Tak hanya olahraga sepakbola, setiap hari Minggu sore, Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlas
i) Kabupaten Tuban, juga menjadikan Pantai Kelapa sebagai sarana atau tempat berlatih atlet binaannya.

Kurang pedulinya terhadap kebersihan menjadikan sampah rumah tangga  yang dibuang di laut oleh penduduk sekitar menjadikan bibir pantai menjadi kotor.

GOA AKBAR TUBAN

Goa Akbar letaknya di Kabupaten Tuban ini menjadi salah satu objek wisata andalan di kota Tuban, Tuban sendiri juga mempunyai julukan Bumi Seribu Goa karena memang terdapat banyak goa disegala penjuru daerahnya seperti halnya Goa Akbar, pada umumnya biasanya Goa terdapat di daerah terpencil namun beda dengan Goa Akbar, Goa ini bertempat di bawah reramaian sebuah pasar yang dimana pasar ini tidak pernah sepi akan aktifitas masyarakatnya, tidak heran jika sebelum Goa ini di jadikan sebuah objek wisata, goa ini penuh dengan sampah karena banyak pedagang dari pasar yang membuang sampahnya langsung di lubang gua.

Mengapa di namakan Goa Akbar ?

Konon katanya nama akbar berasal dari pohon yang tumbuh di depan gua yaitu pohon akbar, dan ada juga yang bilang karena goa ini berukuran besar dan panjang menjadikan goa ini di sebut Goa Akbar, namun dari sumber lain menyebutkan bahwa nama akbar di berikan oleh pemerintah kota Tuban yang merupakan akronim dari Aman, Kreatif, Bersih Asri dan Rapi yang mana kata-kata tersebut merupakan slogan dari kota Tuban.

 

Wisata Masjid, Pesantren Perut Bumi Tuban

Pesantren dan Masjid Perut Bumi, mungkin terdengar aneh ditelinga anda. Mungkin juga terlihat aneh dalam angan penglihatan anda, atau mungkin terbayangkan unik didalam pemikiran dalam benak anda. Perut bumi, yang mungkin sudah bisa anda nalarkan dan bisa anda artikan dibawah bumi ini, ternyata berdiri sebuah pondok pesantren beserta masjid yang cukup megah.

Dengan ornamen islam dipadu dengan stalagmit dan stalagnit di bibir goa menjadikan kesan mewah, Berapa Biaya Masuk Wisata Goa, Masjid dan Pesantren di Bawah Perut Bumi Tuban ?
Untuk biaya masuk tidaklah dipasang tarif khusus, hanya saran saja untuk mengisi kotak amal yang ada disekitar lokasi wisata tersebut.

Lokasi pondok bawah tanah terd
apat di desa semanding tuban jawa timur. Untuk keadaan di dalamnnya cukup menarik dengan ornament dan lampu penghias.

Didalam masjid ada beberapa pembenahan karena banyak dinding-dinding yang bocor oleh air saat hujan turun.

WISATA NGERONG

Goa Ngerong yang Berlokasi di kecamatan Rengel ternyata menyimpan banyak mitos dan juga misteri diantaranya yang terlihat kasat mata oleh pengunjung sampai saat ini yaitu ikan yang ada di dasar air dibawah goa. Jenis ikan-tersebut diantaranya yiatu ikan tawes, ikan bader, dan nila . selain ikan terdapat juga kelelawar yang bergelantung disetiap dinding dan atap goa. Entah apa sampai saat ini tidak ada

seorangpun yang berani mengambil ikan maupun kelelawar yang ada didalam goa tersebut, Mungkin semua itu karena Sejarah Wisata Goa Ngerong Rengel Tuban yang penuh misteri.  Warga sekitar mempercayai akan mitos apabila ada orang mengambil maupun mengkonsumsi ikan dan kelelawar tersebut maka keburukan akan menimpa pada orang dan keluarga yang mengambil tersebut baik itu kesialan, didatangi dedemit, hingga sakit, bahkan sampai kematian apabila melanggar pantangan tersebut. Tak hanya diberlakukan untuk warga sekitar namun untuk pengunjung goa tersebut juga berlaku pantangan seperti itu, terdapat tulisan larangan mengambil, membawa pulang ikan dan kelelawar didalam goa ngerong tersebut.

WATU GAJAH

Watu Gajah  ( batu Gajah ), begitulah warga Tuban menyebut sekumpulan batu besar yang berada di tengah lapangan ini. Sesuai dengan namanya, bebarapa bongkahan batu itu jika dilihat secara sepintas memang bentuknya mirip dengan sosok gajah. Selain bentuknya yang cukup unik.

Watu gajah yang saat ini sudah sangat sepi pengunjung, bahkan hampir tak ada yang berkunjung kesana dikarenakan kurangnya perawatan dan renovasi terhadap tempat tersebut.

PANTAI PASIR PUTIH REMEN

pantai ini layak menjadi destinasi anda saat berkunjung ke kota tuban, Pantai yang  sangat eksotis dan menari
k untuk dikunjungi karena memiliki pasir putih dan air
yang jernih. pengunjung sangat suka mengunjungi pantai ini untuk sekedar berjalan-jalan atau berselfie ria dan diupload di Instagram.
Terdapat juga cekungan yang membentuk danau air laut yang menarik. Banyak terdapat pedagang makanan dan tenda-tenda sehingga membuat suasana piknik bersama teman atau keluarga menjadi lengkap. Untuk kebersihan pantai yang satu ini sangatlah terjaga kebersihanya, ini karena warga remen sangat peduli dengan kebersihan.

 wisata pantai sowan

Tuban, kabupaten yang terletak diujung utara pulau jawa ini memiliki pantai yang terbentang sepanjang kurang lebih 65KM. Tak heran bila terdapat beberapa wisata pantai disana.

PANTAI Sowan Tuban merupakan lokasi wisata dengan obyek utama berupa pantai pasir putih yang alami dengan pemandangan landscape laut.  Pantai ini dikelola oleh Perum Perhutani.  Luas wanawisata pantai dengan ciri khas hamparan pasirnya yang putih dan bersih itu adalah sekitar 17 hektar.Tetapi, bukan hanya pasir putih yang alami dan bersih itu saja yang bisa dinikmati di Pantai Sowan. Di sana juga terdapat pemandangan alam sekitar yang berupa hamparan rumput dan hutan trembesi, serta dinding karang yang menjorok ke laut. Sajian tersebut mengesankan pemandangan alam yang “perawan” sehingga seakan memanjakan mata wisatawan yang datang. Selain pemandangannya pantai sowan juga mempunyai beberapa satwa yaitu monyet, burung dara dan ular yang di tempatkan di tengah-tengah taman.

Hampir semua masalah dipantai tuban sama yaitu sampah yang menumpuk di bibir pantai, lagi-lagi tentang kurang pedulinya terhadap kebersihan.

 

Air terjun nglirip

  Tuban rupanya memiliki air terjun yang mempunyai keindahan mempesona. Ketinggian air terjun nglirip tuban pun cukup lumayan sekitar 30 meter, Sumber mata airnya berasal dari hutan Kerawak yang berada kurang lebih 3KM dari air terjun ini. Jika dilihat dari jauh akan nampak Begitu Indah sekali karena terlihat warna airnya yang kehijau-hijauan dipadu pepohonan yang rumbun. Sangat cocok sekali untuk anda yang suka hunting foto. dengan pemandangan alam disekitarnya yang hijau dan segar. Ini menjadikan wisata alam air terjun nglirip menjadi alternatif wisata d kota tuban.

pastikan anda kesana pada musim pergantian antara musim hujan dan kemarau. Karena apabila anda kesana pada musim hujan yang anda dapat lihat kurang menarik karena air terjun berwarna keruh.

 

 Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi

Ketika memasuki area pemakaman tentu makam beliau berbeda dengan makam di sekitarnya, makam para keluarga dan sahabat Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi atau Syekh Ibrahim as – Samargandi. Selain karena cungkup makam yang besar tentu juga yang tak pernah sepi peziarah yang duduk di sekitar areal makam beliau. Di sebelah timur makam, terdapat masjid Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi yang sangat unik dengan empat tiang besar yang menjadi penopang kuat bangunan masjid dan di dalam masjid juga terdapat banyak burung yang terbang dengan bebas.

Siapakah beliau? Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi atau dengan nama Syekh Ibrahim as – Samarqandi yang dikenal sebagai ayahanda Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel). Lokasi makam beliau terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi yang mempunyai nama asli Ibrahim Asyamar Khan. Konon beliau terkenal sebagai seorang pejuang yang sangat kokoh dalam menyebarkan agama Islam dan memiliki keahlian sebagai pande besi yang handal dalam membuat persenjataan. Beliau merupakan salah satu ulama penyebar agama Islam. Nama Samarkand adalah nama daerah di Asia Tengah. Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi datang di pulau Jawa sekitar pada abad ke 14 M. Namun sebelum kedatangan beliau ke pulau Jawa, Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi pernah bertempat tinggal di Champa selama tiga belas tahun lamanya. Kemudian di Champa itulah ia menikahi putri raja Champa yang memberinya dua putra yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Dan kedua anaknya inilah yang kelak akan mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.

 

 Kolam renang Bekti Harjo

 Pemandian Bektiharjo adalah destinasi wisata terkenal yang berlokasi di Desa Bektiharjo, Semanding, Tuban, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pemandian dengan sumber mata air alami peninggalan Raden Danur Wendo dari kadipaten Tuban itu sejak abad XIII yang juga berfungsi sebagai sumber air minum ini terletak sekitar 5 Km dari Kota Tuban, tepatnya di desa Bektiharjo, Semanding, Tuban. Pemandian ini banyak dikunjungi oleh mereka yang ingin melewati waktu dengan berenang dan atau hanya sekadar rekreasi keluarga. Untuk menuju ke pemandia Bektiharjo tidaklah sulit dan bisa diakses dengan menggunakan trasportasi umum. Yang menarik dari pemandian ini adalah, adanya kera-kera di sekitar kolam. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan kera-kera ini karena mereka jinak dan bersahabat.

Makam Syekh Subakir, Kabupaten Tuban

Tidak ada yang tahu pasti dimana makam Syekh Subakir. Ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Persia tahun 1462. Sedangkan yang ada di Indonesia dan diziarahi oleh masyarakat adalah situs-situs peninggalannya.Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa beliau wafat di pulau Jawa.Di pulau Jawa sendiri terdapat dua makam yang berbeda, makam pertama terletak di pemakaman Beji Benowo daerah pegunungan Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Dan makam lainnya terletak di Tanjung Awar-Awar Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Syekh Subakir merupakan tokoh pertama Islam yang datang ke Pulau Jawa, sebelum kedatangan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishak maupun Syekh Maulana Magribi dan anggota Wali Songo lainnya. Syekh Subakir berdakwah di daerah Magelang Jawa Tengah, dan menjadikan Gunung Tidar sebagai pesantrennya.Masyarakat kala itu beranggapan bahwa Syekh Subakir ahli memasang tumbal atau jimat.

Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan, sudah beberapa kali utusan dari Arab yang datang ke tanah Jawa, untuk menyebarkan Agama Islam.Namun pada umumnya mengalami kegagalan. Penyebabnya masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya.Sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan yang sangat berat ajaran Agama Islam meskipun berkembang tetapi hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas.

KLENTENG KWAN SING BIO

Kelenteng Kwan Sing Bio didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan berbentuk Naga,lampion dan lilin berbagai ukuran. Dan tentu saja bau Dupa dan Hio yang senantiasa menguar dari dalam kelenteng. Kelenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Raya R.E. Martadinata , Tuban – Jawa Timur.

 

Klenteng ini merupakan salah satu Klenteng yang cukup ramai dikunjungi di wilayah Jawa Timur. Nggak hanya warga Surabaya dan Semarang (banyak mobil letter H dan L) aja yang banyak berkunjung ke sini, tapi bahkan warga dari tetangga sebelah seperti Singapura, Malaysia dan China sendiri terlihat sering berdatangan kemari.

Klenteng ini sendiri disebut sebut merupakan satu – satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap laut bebas. Menurut denger denger kanan kiri sih, katanya keberadaannya yang berani menantang laut ini, mengartikan bahwa Klenteng ini kuat dan beberapa orang menyebut dengan berdoa disini banyak yang dikabulkan permintaanya, makanya klenteng ini selalu ramai.

 Obyek Wisata Goa Kancing Tuban

Berbeda dengan goa2 pada umumnya, goa kancing hanyalah berupa lubang mirip sumur dengan kedalaman sekitar 4-5meter saja, dan disampingnya terdapat cekungan yang juga tak terlalu dalam. Namun letak keunikan dari goa kancing bukan dari goanya tetapi pada 2 tebing batu yang berdiri kokoh tepat diatas mulut goa, terletak di antara 2 karang yang menjulang tinggi dan menyerupai kancing, makanya warga sekitar menyebut goa ini dengan goa kancing.

Lokasi Goa Kancing Tuban ada di desa pengunggahan kulon desa bekti harjo tuban jawa timur,

 

 

Obyek Wisata Museum Kambang Putih Tuban

Bagi kalian yang ingin belajar sejarah silahkan luangkan waktu datang ke museum kkambang putih tuban yang beralamat di Jl. kartini No.03 Tuban tepatnya dekat dengan alun-alun kota tuban, kalian bisa melihat berbagai koelksi di dalamnya seperti wayang golek, guci kuno, naskah kuno, alat-alat tradisional

Jam operasional Museum Kambang Tuban:

Selasa – Kamis : 07.00- 14.00

Jumat : 07.00 – 11.00

Sabtu -Minggu : 07.00 – 12.00

Silahkan tentukan jadwal kunjungan kalian seperti waktu operasional museum kambang,

Untuk anda yang ingin berkunjung kesana anda baiknya menggunakan sepedah motor dikarenakan Padatnya tukang becak yang parkir di depan jalan menuju ke museum kambang putih, pengunjung dari luar kota yang membawa mobil sering mengeluh karena kesulitan dalam mencari lahan parkir

 MAKAM SUNAN BEJAGUNG

 Memiliki julukan bumi wali Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki banyak wisata religi.

Selain terdapat Makam Sunan Bejagung yang selalu ramai banyak kunjungi para peziarah dari berbagai dearah.

Sunan Bejagung sendiri bernama Sayyid Abdullah Asy’ari bin Sayyid Jamaluddin Kubro. Beliau adalah adik Sayyid Maulana Ibrahim Asmoroqondi atau ayah Sunan Ampel atau kakek dari Sunan Bonang.

Untuk menuju ke lokasi makam Sunan Bejagung, sangat mudah ditempuh menggunakan motor atau mobil. Jarak dari pusat kota hanya sekitar dua kilo meter ke arah selatan.

Sunan Bejagung, penyiar Agama Islam ditanah jawa itu berada di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding. Di Desa itu terdapat dua makam yakni makam Sunan Bejagung Lor (Utara) dan Sunan Bejagung Kidul (Selatan).

Sunan Bejagung Kidul menurut catatan sejarah adalah Pangeran Kusumo Hadiningrat atau Pangeran Sudimoro yang mendapat perintah sari Syech Jumadil Kubro untuk memperdalam ilmu ketauhidan kepada Syeh Asy’ari.

Karena wara’i-nya, putra keempat Prabu Brawijaya atau Prabu Hayam Wuruk ini dijadikan menantu oleh Sunan Bejagung untuk menikahi putrinya, Nyai Faiqoh.

Diantara dua makam itu, makam Bejagung lor sering banyak di kunjugi para wisatawan. Karena di lokasi tersebut terdapat sebuah sumur yang ampuh. Warga sekitar menyebutnya dengan “Sumur Giling” dengan kedalaman sekitar 27 meter.

Makam BRAWIJAYA V

Ada yang istimewa dengan daerah Semanding di Tuban, Jawa Timur. Di daerah ini banyak terdapat makam kuno yang bersejarah dan dikeramatkan oleh warga setempat. Pengunjung dari berbagai daerah datang berziarah ke sana.

Salah satunya adalah makam Brawijaya V yang merupakan raja terakhir Kerajaan Majapahit versi naskah-naskah babad dan serat. Makam ini berada di daerah Gedongombo yang berjarak sekitar 3 km arah selatan, dari pusat kota Tuban.

Sebenarnya mudah untuk menuju ke makam Brawijaya V ini. Walau berada dekat dengan perkampungan, tetapi karena tidak adanya papan nama sebagai penunjuk arah menuju ke lokasinya dan letaknya yang agak tersembunyi, membuat kita harus mau bertanya pada warga setempat.

 

Makam sunan bonang

Sunan Bonang merupakan salah satu Walisongo yang berperan menyebarkan agama islam di tanah Jawa khususnya di daerah Jepara, Rembang, Tuban, dan Madura. Beliau memiliki nama asli Makdum Ibrahim. Sunan Bonang merupakan anak dari Sunan Ampel dan guru dari Sunan Kalijaga. Sunan Bonang selalu mengiringi dakwahnya dengan cara memukul bonang, bonang merupakan salah satu alat musik dari jawa yang berbentuk gong kecil, dari caranya berdakwah orang-orang kemudian mengenalnya sebagai Sunan Bonang. Sunan Bonang juga terkenal dengan karya suluknya. Beliau juga menulis bermacam-macam suluk diantarnya suluk wijil, beliau juga menciptakan tembang tombo ati yang sam;ai sekarang masih di nyanyikan. Selain dalam kesastraan Sunan Bonang juga terkenal dalam keilmuanya yang dikenal dengan ilmu kebathinan. Sayangnya terdapat sebuah kontroversi setelah beliau meninggal, yaitu tentang dimana keberadaan makam beliau yang asli. Menurut beberaa sumber dari terdapat empat makam Sunan Bonang, yaitu di Tuban, Rembang, Pulau Bawean, dan Madura. Sumua tempat saling mengklaim bahwa makam beliau berada di tempat mereka, dan tempat yang lain kecuali tempat mereka merupakan makam yang salah. Seperti yang banyak orang ketahui makam Sunan Bonang berada di Tuban tepatnya di Masjid Agung Tuban, karena banyak peziarah yang datang ke Tuban, sehingga banyak orang yang menganggap makam Sunan Bonang itu berada di Tuban. Masyarakat Tuban menceritakan bahwa Sunan Bonang wafat di Tuban dan dimakamkan disana.

Be Sociable, Share!
Bookmark the permalink.

Leave a Reply